"Untuk pertama kali semua data-data Kementerian lembaga itu sudah berbicara satu sama lain melalui digital dan disupport oleh AI. Jadi Anda nanti bisa tes sendiri siapa kali ada yang mau mendaftar masuk Bansos, silahkan. Akan bisa ditolak atau bisa diterima," ungkapnya.

Ia mengatakan dengan pemanfaatan AI, pengelompokan desil yang nantinya banyak digunakan untuk pemberian bansos akan lebih berkeadilan. Sebab dengan bantuan kecerdasan buatan ini, masyarakat tidak bisa lagi menyembunyikan data atau kondisi perekonomiannya.

"Sekarang lagi dikerjakan, lagi kita lihat, lagi-lagi dengan AI ini saya kira akan lebih banyak keadilan. Karena orang tidak bisa sembunyi data lagi," paparnya.