"Kami sudah komunikasi juga dengan atase perdagangan, dengan perwakilan KBRI. Ini nggak ada masalah, oke aja, nggak ada masalah," jelas Budi.

Isu ini berawal dari unggahan netizen pemilik akun @mee.zsa yang membagikan daftar sejumlah merek F&B Indonesia dalam bahasa Melayu. Dalam unggahannya, akun tersebut mengajak warganet setempat untuk memboikot produk-produk tersebut.

"Ayo boikot produk Indonesia. Tolong bagikan ulang ya kawan-kawan. Berikut daftar nama franchise serta produk makanan dan minuman (F&B) milik Indonesia yang beroperasi di Malaysia, termasuk kopi, teh, es krim," tulis akun tersebut, dikutip dari NadiKabar.