Dukungan lainnya berupa keringanan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar 50 persen bagi pemutaran film nasional di bioskop Jakarta. Insentif tersebut diarahkan untuk mendukung produsen film nasional dan memperkuat daya saing industri perfilman.
Rano berharap Jakarta Film Summit menjadi awal kolaborasi berkelanjutan yang mampu menarik investasi, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kontribusi industri perfilman terhadap ekonomi kreatif Jakarta.
"Saya berharap yang kita tutup hanyalah acaranya, bukan percakapannya. Yang berakhir hanyalah pertemuannya, bukan kerja samanya. Karena pada akhirnya, sebuah film boleh saja berakhir ketika layar menjadi gelap, tapi mimpi yang baik tidak boleh ikut padam bersama lampu bioskop,” kata dia.