NADIKABAR.COM — Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meresmikan Namu Balai Kota, program yang membuka kompleks Balai Kota DKI Jakarta bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat pusat pemerintahan ibu kota.
Melalui program ini, warga bisa mengikuti tur gedung bersejarah, mencoba menjadi reporter cilik, menikmati kegiatan komunitas, hingga mengakses sejumlah layanan publik.
Rano mengatakan program tersebut digagas bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung agar masyarakat dapat melihat langsung kegiatan dan fasilitas pemerintah yang selama ini mungkin hanya diketahui melalui media sosial.
"Hari ini kita memulai membuka yang disebut Namu Balai Kota. Sebetulnya kalau Betawi bilang bukan balai, bale. Jadi ini bale kota, bale-nya masyarakat, bukannya bale kita," kata Rano saat meresmikan Launching Program Namu Balai Kota di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu (17/10).
Ia menjelaskan konsep tersebut terinspirasi dari budaya Betawi yang lekat dengan bale sebagai ruang untuk menerima tamu. Menurutnya, Balai Kota perlu menjadi tempat yang terbuka bagi masyarakat, bukan sekadar kompleks perkantoran pemerintah.
Rano juga menyebut bangunan Balai Kota menyimpan cerita tentang perjalanan Jakarta. Ia mengatakan gedung tersebut dibangun sekitar 1890. Melalui program ini, pengunjung dapat mengenal sejarah bangunan dan berbagai ruang di dalamnya dengan didampingi pemandu tur.
"Ini pemandangan Balai Kota. Balai Kota ini dibangun tahun kira-kira 1890. Tapi nanti ada tour guide yang akan menyampaikan. Kalau Bapak yang nyampein, entar kasihan yang tour guide-nya," ujarnya.