Selain itu, komunitas film dapat memanfaatkan Ruang Pola di lantai dua untuk pemutaran film dan memperkenalkan karya kepada masyarakat. Balai Kota juga menyediakan ruang bagi kegiatan komunitas, pertunjukan musik, permainan tradisional, serta aktivitas seni dan budaya.
Marulina mengatakan pembukaan ruang-ruang tersebut diharapkan memberi kesempatan kepada komunitas untuk berkegiatan di fasilitas publik yang selama ini belum tentu mudah mereka akses.
"Jikalau mereka punya kesulitan untuk mengakses ruang-ruang publik, maka Balai Kota sekarang terbuka untuk digunakan oleh komunitas," ujarnya.
Selain tur dan kegiatan komunitas, Namu Balai Kota menghadirkan sejumlah layanan publik dalam satu lokasi. Layanan tersebut mencakup pengurusan paspor, SIM Keliling, Samsat Keliling, perpustakaan keliling, pemeriksaan kesehatan gratis, serta layanan administrasi kependudukan dan perizinan berusaha.
Masyarakat juga dapat mengikuti kegiatan pilah sampah, pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan, serta membuka rekening Bank Jakarta.
Program ini turut menghadirkan kegiatan edukasi dan kreativitas bagi warga dari berbagai kelompok usia. Dengan begitu, kunjungan ke Balai Kota tidak hanya ditujukan untuk mengenal sejarah gedung, tetapi juga memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti kegiatan dan memanfaatkan layanan yang tersedia.
Informasi mengenai Namu Balai Kota dapat diakses melalui situs smartcity.jakarta.go.id dan aplikasi JAKI. Masyarakat dapat memeriksa informasi pendaftaran serta jadwal kegiatan sebelum berkunjung.