NADIKABAR.COM — PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) membantah dugaan pengerahan warga dengan imbalan Rp 50.000 untuk meramaikan RANS Carnival Yogyakarta. Manajemen juga membantah telah memberikan instruksi kepada pihak kepolisian, perangkat kelurahan, desa, dan pihak lain untuk meramaikan kegiatan tersebut.

Kabar tersebut diketahui beredar melalui pemberitaan dan aplikasi pesan singkat.

"Terkait dugaan pengerahan warga dengan imbalan Rp 50.000, Perseroan menegaskan bahwa Perseroan tidak menginstruksikan, menginisiasi, maupun mendanai kegiatan tersebut," ucap Corporate Secretary RANS, Chintami Maranata Sihombing, dikutip dari Keterbukaan Informasi, Rabu (4/11/2026).

Selain itu, Chintami juga mengonfirmasi pengunduran diri sejumlah musisi dari RANS Carnival Yogyakarta. Meski demikian, ia menegaskan agenda tersebut tetap terlaksana selama dua hari sesuai jadwal.

"Sejumlah musisi yang sebelumnya dijadwalkan tampil belum dapat berpartisipasi dalam acara tersebut berdasarkan pertimbangan masing-masing dalam menyikapi perkembangan situasi menjelang penyelenggaraan acara. Perseroan menghormati keputusan para musisi tersebut," ungkapnya.

Chintami menjelaskan, RANS Carnival Yogyakarta diselenggarakan pada 31 Oktober-1 November 2026 di Sleman, Yogyakarta. Namun menjelang pelaksanaan acara, sejumlah musisi memutuskan untuk mengubah keikutsertaannya dalam RANS Carnival Yogyakarta.

Keputusan tersebut muncul setelah adanya perhatian dan tanggapan publik terkait kehadiran Raffi Ahmad dalam kegiatan peringatan Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta, pada 29 Oktober 2026. Namun berdasarkan klarifikasi Polda Metro Jaya selaku penyelenggara, Raffi Ahmad hadir sebagai tamu undangan.

"Perkembangan tersebut turut memengaruhi persiapan acara, termasuk perubahan keikutsertaan sejumlah pengisi acara dan penyesuaian partisipasi pelaku usaha," jelasnya.

RANS kemudian berkoordinasi dengan sejumlah pihak, melakukan penyesuaian susunan pengisi acara, dan rangkaian kegiatan. Acara pun tetap diselenggarakan dengan konsep yang lebih sederhana, dengan melibatkan musisi lokal, UMKM, dan komunitas kreatif.

Chintami mengatakan, RANS saat ini masih memperhitungkan dampak kejadian tersebut terhadap pendapatan perseroan. Namun begitu, ia menegaskan kejadian tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kinerja keuangan, arus kas, maupun kemampuan dalam memenuhi kewajiban keuangannya.

"Perseroan masih mengevaluasi dampak penyesuaian acara terhadap pendapatan dan beban penyelenggaraan, termasuk beban yang telah dan/atau akan ditanggung, melalui penyusunan laporan realisasi keuangan kegiatan," pungkasnya.