Penambahan lahan, lanjut Hamenang, direncanakan 3-4 hektare karena Klaten menjadi satu dari 20 kabupaten di Indonesia yang terpilih menerima program waste energy dari Kemendagri. Dengan demikian apa yang menjadi harapan masyarakat untuk penanganan sampah yang baik bisa berjalan.
"Sehingga apa yang menjadi harapan warga masyarakat tetap bisa berjalan. Lindinya kita olah, sampahnya kita olah dengan generator sambil kita menunggu program waste energy tersebut dan nanti semua bisa jalan tapi tentu tidak bisa seperti sulapan karena ini timbunan sampah yang sudah lama, 10 tahun lebih dan nanti pelan - pelan akan kita selesaikan," papar Hamenang.
"Jadi waste energy itu nantinya mengubah dari sampah menjadi listrik bahkan bisa dijual," imbuhnya.
Khusus untuk antisipasi bencana, lanjut Hamenang, Pemkab Klaten rutin menganggarkan bantuan tak terduga (BTT) sampai di perubahan APBD. Hal itu mengingat potensi di Klaten yang begitu banyak.