"Kita ini kan daerah rawan bencana, kemarin habis saya rakorkan dengan Forkompimpda terkait kesiapsiagaan bencana erupsi gunung Merapi, karhutla, Elnino yang berdampak kekeringan sekaligus gempa, banjir sehingga memang BTT ini setiap tahun kita anggarkan tapi harapannya tidak terpakai meskipun harus tetap kita sediakan total Rp 24 miliar, toh kalau bencana tidak terjadi anggaran akan kembali ke kas daerah," pungkasnya.
Dalam rapat paripurna yang dipimpin ketua DPRD Klaten, Edy Sasongko dihadiri Plt Sekda Joko Purwanto dan Forkompimpda itu tujuh fraksi di DPRD menyetujui Raperda Perubahan APBD ditetapkan menjadi Perda. Setelah pemandangan umum fraksi menyetujui sekaligus dilakukan penandatanganan persetujuan.
Sekretaris DPRD Klaten Sugeng Haryanto menyatakan anggaran pendapatan di perubahan APBD 2026 mencapai lebih dari Rp 2 triliun. Sedangkan belanja mencapai Rp 3,3 triliun. Sedangkan penerimaan pembiayaan Rp 397 miliar dan pengeluaran pembiayaan daerah Rp 9 miliar.