NADIKABAR.COM — Kasus keracunan makanan yang menimpa ratusan santri dan siswa di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, menjadi sorotan. Insiden tersebut terjadi setelah para korban menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah.

Peristiwa itu juga memicu evaluasi terhadap tata kelola penyediaan makanan MBG, terutama terkait pengendalian bahan baku, proses pengolahan hingga distribusi makanan kepada para penerima manfaat.

Kasus tersebut turut dibahas dalam hearing DPRD Sidoarjo. Rapat digelar untuk mengevaluasi insiden keracunan sekaligus mencari akar persoalan dalam pelaksanaan program MBG.

Namun, pihak SPPG, termasuk unsur Korwil dan asosiasi, disebut tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih menyayangkan ketidakhadiran pihak SPPG dalam forum yang membahas insiden yang berdampak terhadap ratusan anak tersebut. Menurut Nasih, persoalan tersebut bukan perkara sepele karena menyangkut keselamatan anak-anak yang menjadi penerima program MBG.

"Pihak SPPG tidak hadir dalam pertemuan. Ini sangat disayangkan karena urusan ini bukan hal sepele, menyangkut ratusan anak-anak yang jatuh sakit," katanya.

Dia menegaskan pihak yang tidak hadir akan kembali diundang dalam pertemuan berikutnya untuk memberikan penjelasan secara langsung. Nasih berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG harus menjalankan fungsi pengawasan dan perlindungan terhadap penerima manfaat.

"Semua pihak, terutama penyedia SPPG, harus bertanggung jawab melindungi dan mengawasi pelaksanaan program MBG dengan sebaik-baiknya demi keselamatan anak-anak," tegasnya.