NADIKABAR.COM — Hacker semakin kreatif dalam mencari korbannya. Dalam kasus terbaru ini, hacker mengincar jaringan supermarket yang ada di sejumlah negara di Eropa.
Aksi peretasan ini menyasar sistem pendingin di ratusan supermarket terkemuka di Prancis dan sekitarnya, memaksa pengelola toko membuang tumpukan bahan makanan segar yang membusuk akibat suhu pendingin diubah secara ekstrem oleh peretas.
Serangan siber ini sedikitnya berdampak pada sekitar 150 gerai supermarket Intermarché, kurang dari 100 gerai Cooperative U (Super U), serta sejumlah toko milik jaringan Leclerc.
Juru bicara Intermarché mengungkapkan bahwa peretas berhasil membobol sistem kontrol pendingin ruangan dan secara sengaja mengaktifkan mode pembersihan es (defrost mode). Mode ini memicu lonjakan suhu di dalam lemari pendingin hingga menyentuh 50 derajat Celsius.