NADIKABAR.COM — Red Dot Aviasi Indonesia memperkenalkan layanan penerbangan privat dengan pesawat ringan Cessna 172. Layanan ini ditujukan bagi pencinta aviasi, wisatawan yang ingin menikmati pemandangan dari udara, serta kebutuhan fotografi dan videografi udara.

CEO Red Dot Aviasi Indonesia, Edy Suwanto Sukandi mengatakan kehadiran Red Dot Aviasi Indonesia merupakan bagian dari pengembangan bisnis penerbangan yang sebelumnya telah dijalankan di Singapura melalui Red Dot Air Ambulance, yang berfokus pada layanan evakuasi dan transportasi medis.

"Red Dot Aviasi ini sebenarnya sebelum ada di Indonesia, kita sudah mulai di Singapura dengan nama Red Dot Air Ambulance, khusus di bidang penerbangan medis," ujar Edy dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).

Menurut Edy, tingginya kebutuhan transportasi medis di Indonesia menjadi salah satu alasan pengembangan bisnis tersebut ke pasar domestik. Layanan ini diharapkan dapat mendukung mobilitas pasien dari berbagai wilayah menuju pusat layanan kesehatan, termasuk Jakarta.

"Pasar untuk medivac cukup banyak di Indonesia, terutama di Jakarta, Surabaya, Sumatera Utara, sampai Sulawesi dan Papua. Kita mengembangkan Red Dot Aviasi di Indonesia untuk pasar domestik Nusantara," katanya.

Lebih lanjut, Edy menjelaskan pengembangan Red Dot Aviasi Indonesia tidak hanya berfokus pada transportasi medis. Perusahaan juga ingin memperluas akses masyarakat terhadap pengalaman penerbangan, termasuk melalui layanan penerbangan privat menggunakan Cessna 172.

Tawarkan Wisata Udara hingga Fotografi

Melalui layanan private charter, perusahaan yang baru berdiri bulan Maret 2026 ini menawarkan pengalaman terbang untuk menikmati panorama alam dari udara.

Menurut Edy, pesawat Cessna 172 dapat dimanfaatkan untuk menikmati pemandangan kepulauan dan keindahan alam dari ketinggian. Layanan tersebut juga dapat mendukung kegiatan fotografi maupun pemetaan udara sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan operasional.

"Kita mendukung program pemerintah juga. Untuk daerah-daerah kepulauan, wisatawan bisa mencarter pesawat kita untuk melihat pemandangan pulau-pulau, seperti di Danau Toba, Bali, Labuan Bajo, Raja Empat, Maratua. Bisa untuk viewing, pemetaan, ataupun joy flight," jelasnya.

Selain daerah tadi, wilayah Bandung dan sejumlah kawasan di Jawa Barat dan Banten juga menjadi area yang dinilai berpotensi untuk menikmati pengalaman wisata udara menggunakan pesawat ringan. Mereka bisa terbang ke daerah manapun yang memiliki landasan pesawat.

Layanan ini menyasar pencinta aviasi maupun masyarakat yang ingin merasakan pengalaman terbang tanpa harus melakukan perjalanan menggunakan pesawat komersial berjadwal.

Kapasitas Tiga Penumpang, Tarif yang fleksibel

Manajer Operasi Red Dot Aviasi Indonesia, Capr. Erwin Wahyuono menjelaskan bahwa Cessna 172 yang ditawarkan memiliki kapasitas tiga penumpang dan satu pilot.

"Dengan kapasitas tiga penumpang dan satu pilot, kita bisa melayani penerbangan ke daerah-daerah yang memang tidak ada penerbangan berjadwal di situ," kata Erwin.

Ia menyebutkan pesawat tersebut memiliki kemampuan terbang hingga sekitar lima jam, bergantung pada kondisi dan kebutuhan operasional penerbangan.

Untuk tarif, Red Dot Aviasi Indonesia menawarkan harga yang sangat fleksibel dan terjangkau. Besaran biaya bergantung pada kebutuhan penerbangan yang diajukan pelanggan.

"Tarifnya itu kita mulai dengan kesepakatan dengan customer," ujar Erwin.

Dengan kapasitas terbatas, layanan ini dapat menjadi pilihan bagi pelanggan yang menginginkan pengalaman penerbangan privat, termasuk untuk wisata udara, fotografi, dan kegiatan rekreasi aviasi.

Edy menegaskan keselamatan penerbangan menjadi perhatian utama perusahaan. Red Dot Aviasi Indonesia juga ingin memperkenalkan dunia penerbangan kepada generasi muda, khususnya mereka yang tertarik tertarik dengan dunia aviasi, dan menekuni profesi pilot.

Melalui pengalaman terbang bersama pilot berpengalaman dan instruktur, perusahaan ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal dunia aviasi secara langsung.Kita ingin menunjukkan kepada mereka tentang dunia penerbangan, dengan tetap mengutamakan keselamatan," tutur Edy.

Senada dengan Edy, Erwin menegaskan komitmen perusahaan untuk mengedepankan keselamatan dan kenyamanan penumpang dalam setiap operasional penerbangan.

"Red Dot Aviasi Indonesia berkomitmen mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang. Bagi teman-teman pencinta aviasi yang ingin menikmati wisata udara, sightseeing, fotografi, atau sekadar refreshing dengan terbang, kami siap mendampingi," ujar Erwin.

Selain mengembangkan layanan penerbangan wisata, Edy mengatakan Red Dot Aviasi Indonesia juga tengah mempersiapkan pesawat untuk mendukung layanan transportasi medis di wilayah domestik. Pesawat tersebut direncanakan menggunakan registrasi Indonesia agar dapat dioperasikan di dalam negeri sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan pengembangan layanan tersebut, Red Dot Aviasi Indonesia berupaya menggarap peluang penerbangan nonreguler di Indonesia, mulai dari kebutuhan transportasi medis hingga pengalaman wisata udara menggunakan pesawat ringan.