Agus mengatakan rekayasa lalin dimulai sejak pagi tadi. Tujuannya untuk mengurai kepadatan lalu lintas di tiga persimpangan tersebut.

Dia enggan memastikan kapan rekayasa lalin tahap III itu berakhir. Situasi kepadatan lalin diakuinya justru semakin parah.

"Sejak pagi (lalin) sudah padat. Banyak yang belum tahu imbauan rekayasa lalin di media sosial. Kami belum tahu sampai kapan, tapi nanti ada evaluasi," katanya.

Kemacetan parah tersebut dikeluhkan sejumlah pengendara. Beberapa wisatawan asing yang sedang berkendara sepeda motor juga sempat kecele karena jalanan menjadi satu arah.

Ahsyar, seorang pengemudi ojek online, mengeluhkan kepadatan arus kendaraan di Jalan Raya Pengosekan Ubud. Saat itu, dirinya sedang mengantar tamu dengan jarak tempuh 12 kilometer (km).