"Macet dan padat. Makin parah ini macetnya. Saya ojol, tadi barusan nganter orang ke Ubud sini. Setelah itu, lihat arus kendaraan malah macet parah," kata Ahsyar.
Ahsyar mengatakan, dengan jarak tempuh yang tidak seberapa, perjalanannya menjadi lebih lama. Tarif yang harus dibayar penumpangnya pun membengkak hingga dua kali lipat.
"Karena kalau macet, durasi perjalanan makin lama. Tarif yang dibayar penumpang makin mahal. Untuk jarak 1 km biasanya Rp 8 ribuan. Tapi karena macet, perjalanan makin lama, jadinya Rp 17 ribu," kata pengemudi ojol asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan itu.
Tak hanya Ahsyar, seorang karyawan swalayan di Jalan Raya Pengosekan Ubud juga mengaku khawatir dengan kemacetan parah tersebut.
"Orang bisa terlambat masuk kerja kalau macet parah begini. Alih jalur katanya biar nggak macet, tapi malah parah macetnya," katanya.