BLOG mencatat pendapatan Rp732,87 miliar pada semester I 2026. Pendapatan tersebut naik dari Rp626,47 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba bersih BLOG juga meningkat menjadi Rp77,54 miliar, dibandingkan Rp71,08 miliar pada 1H25.

Untuk tahun 2026, manajemen menargetkan pertumbuhan laba lebih dari 10%. Target tersebut akan didukung oleh ekspansi bisnis dan kontrak pelanggan jangka panjang. Kontrak jangka panjang tersebut juga diharapkan dapat membantu perseroan menghadapi dampak kenaikan biaya bahan bakar minyak (BBM).

BLOG menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp500 miliar pada 2026. Hingga semester I 2026, realisasi capex berada di kisaran Rp 150–160 miliar dan diperkirakan bertambah sekitar Rp200 miliar pada semester II 2026.

Dana capex akan digunakan untuk pembangunan gudang, penambahan armada hingga 3.500 unit, serta pengembangan sistem teknologi informasi. Perseroan akan mengintegrasikan sejumlah sistem, termasuk Transportation Management System (TMS), Warehouse Management System (WMS), dan IOS.

PSAB menetapkan pembagian dividen tunai interim sebesar Rp 30 per saham untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026. Total dividen yang disiapkan mencapai Rp793,80 miliar. Dividen tersebut akan dibagikan kepada pemegang 26,46 miliar saham perseroan yang beredar.

Keputusan pembagian dividen tersebut dilakukan setelah PSAB membukukan laba bersih sebesar US$177,89 juta pada semester I 2026. Angka itu meningkat 803% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan laba tersebut turut dipengaruhi keuntungan dari aksi divestasi proyek tambang emas Doup kepada anak usaha United Tractors (UNTR). Transaksi tersebut menghasilkan keuntungan sebesar US$298,60 juta. Dengan laba bersih 1H26 tersebut, dividen interim Rp30 per saham mencerminkan dividend payout ratio sebesar 24,93%.

Sementara itu, saham PSAB pada perdagangan Selasa (8/9) ditutup di level Rp 570 per saham. Berdasarkan harga tersebut, dividen interim Rp30 per saham setara dengan dividend yield sebesar 5,26%.

Investor yang ingin memperoleh hak atas dividen tersebut perlu memperhatikan jadwal cum date. Untuk pasar reguler dan negosiasi, cum date ditetapkan pada 15 September 2026. Adapun pembayaran dividen dijadwalkan pada 29 September 2026.

MBMA - Buy 550-560 | TP 570-580 | SL 520