Dia juga mengatakan, perguruan tinggi telah menghasilkan penelitian, jurnal, buku, dan lulusan yang seluruhnya merupakan bagian penting dari akademik, namun tantangan berikutnya menghubungkan hasil kerja itu dengan inovasi, penerapan, dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

"Pengetahuan harus melahirkan inovasi. Inovasi harus menemukan aplikasinya. Dan aplikasi harus menghasilkan dampak," katanya.

Hal itu sejalan dengan tema Dies Natalis ini "Dari Keunggulan Akademik Menuju Dampak Global", keunggulan tidak berhenti pada pengakuan atas mutu kampus, namun menjadi dasar lahirnya gagasan dan karya yang mampu menjawab persoalan, digunakan lebih luas, serta memberi kontribusi bagi universitas.

"Universitas masa depan tidak ditentukan semata oleh gedung pintar, namun manusia yang cerdas berpikir. Karena itu, universitas harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi sambil mengembangkan kualitas manusia yang menggunakannya," katanya.