Heri mengatakan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu biasanya lebih mudah memperoleh dukungan karena banyak pihak yang bersedia membantu.

"Dan ini ada satu kata kunci ya, kalau ada mahasiswa pinter, berprestasi, kemudian miskin, itu saya jamin dia pasti nggak bakal kekurangan. Yang mau men-support banyak sekali," kata Heri.

Sebaliknya, kondisi menjadi lebih rumit bagi mahasiswa dari keluarga dengan penghasilan terbatas tetapi tidak masuk kategori miskin.

"Yang agak repot itu yang tadi, biasa-biasa saja biasanya ke bawah gitu misalnya keluarganya banyak sekolah di mana-mana sehingga biaya nggak cukup untuk dibagikan di seluruh keluarganya, misal anaknya ada 5 sekolah semua, penghasilannya pas-pasan," ungkap Heri.

Heri mengatakan bahwa selama ini dukungan dari donatur maupun korporasi sangat melimpah. Hingga kini UI memiliki Dana Abadi yang akan membantu mahasiswa dengan ekonomi pas-pasan tersebut.