NADIKABAR.COM — Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Hambali Thalib mengungkapkan kebanggaannya karena meraih detiktimur Awards 2026 di hadapan ribuan wisudawan. Hambali menegaskan prestasi itu bukan akhir dari pencapaian UMI.

"Universitas Muslim Indonesia juga menerima detiktimur Awards 2026 kategori Perguruan Tinggi Berprestasi dalam Penguatan Mutu Pendidikan," ucap Hambali dalam sambutan saat prosesi wisuda UMI periode II Tahun 2026 di Hotel Claro, Makassar, Jumat (28/8/2026).

Dia menyampaikan apresiasi yang diperoleh UMI bukan akhir dari inovasi UMI. Menurutnya, dengan awards yang diberikan NadiKabar.com justru menandakan kepercayaan itu sebuah tanggung jawab yang harus dijaga.

"Kita patut bersyukur tapi penghargaan bukan alasan untuk berhenti, kepercayaan bukan akhir. Kepercayaan adalah tanggung jawab baru," ujarnya.

"Dan ada satu data yang jauh lebih penting untuk menjelaskan ke mana UMI sedang bergerak. Ada 121 mahasiswa yang hampir menyelesaikan studi akan tetapi menghadapi kendala biaya pada tahap akhir," tuturnya.

Hambali menyebut ratusan mahasiswa itu mengalami kesulitan ekonomi dengan latar masalah orang tua yang berbeda. Oleh karena itu, pihak kampus tidak tinggal diam dan menggelontorkan anggaran Rp 1,5 miliar untuk mengatasi masalah tersebut.

"Di belakang persoalan itu, ada orang tua yang meninggal, ada yang kehilangan pekerjaan, usaha keluarga menurun, penyakit dan berbagai kendala. UMI kemudian memberikan bantuan beasiswa afirmasi penyelesaian studi sebesar Rp 1,5 miliar kepada 120 mahasiswa tersebut," katanya.

"Administrasi hanya melihat ada masalah penyelesaian studi tapi universitas yang peduli melihat apa yang terjadi pada manusianya," ujarnya.

Upaya tersebut menunjukkan UMI Conection yang terus diserukan memiliki dampak nyata melalui layanan yang lebih preventif untuk memastikan masalah yang dihadapi mahasiswa dapat diatasi.

"Inilah cara kerja yang kita ingin perlihatkan melalui UMI Conection satu akses satu data satu proses dan satu dasbor eksekutif berbasis kecepatan kecerdasan buatan," jelasnya.

Di sisi lain, Hambali menegaskan langkah transformasi yang digaungkan UMI tidak boleh berhenti hanya kepada mahasiswa. Namun, kata dia, kampus harus terus melakukan pembenahan dan saat ini upaya tersebut telah dibuktikan.

"UMI juga sedang berusaha melakukan pembenahan, kita tidak boleh hanya meminta mahasiswa berubah. Universitas juga harus berubah dan hari ini UMI memiliki 71 program studi," tegasnya.

Saat ini ada lima program studi baru UMI yang telah dibuka. Di antaranya Pendidikan Profesi Guru Agama; Magister Kenotariatan; Doktor Teknik Kimia; Doktor Teknik Sipil; dan Magister Ilmu Biomedis. Sedangkan 4 program studi yang baru saja memperoleh akreditasi unggul, yaitu Teknik Informatika; Sistem Informasi Komunikasi; Penyiaran Islam; Pendidikan Bahasa Arab.

Hambali menjelaskan UMI saat ini terus melakukan perluasan kapasitas akademik. Semangat itu ditopang dengan 1.034 dosen dan 117 guru besar terbanyak untuk kampus swasta di Indonesia Timur.

"Artinya UMI terus berusaha memperluas kapasitas akademiknya tetapi harus menjaga kekuatan akademik itu ditopang kurang lebih 1.034 dosen dan 117 guru besar yang telah dikukuhkan dan menjadikan UMI sebagai perguruan tinggi swasta di Indonesia yang memiliki profesor terbanyak," jelasnya.

UMI juga memiliki pencapaian pada tridarma perguruan tinggi kampus seperti penelitian. Saat ini UMI memiliki 1.216 jurnal terindeks scopus hingga memperoleh biaya riset sebesar Rp 21,14 miliar.

"Dari riset kita terus bergerak, UMI memiliki 1.216 terindeks scopus dan 41 jurnal terakreditasi sinta. Total dana riset mencapai Rp 21,14 miliar. Khusus hibah Kemendiktisaintek 2026 UMI memperoleh Rp 5,7 miliar 54 judul penelitian. Mahasiswa kita juga telah menampilkan 94 rupa karya riset dan teknologi," ucapnya.

Hambali mengingatkan seluruh pencapaian UMI tidak hanya jadikan sebagai laporan semata. Namun, terus didorong untuk setiap pencapaian memiliki dampak signifikan.

"Saya ingin agar angka-angka ini tidak hanya menjadi isi laporan akan tetapi riset yang baik harus semakin dekat dengan persoalan perlu diselesaikan," imbuhnya.

Selain itu, ada prestasi nyata yang diperoleh mahasiswa UMI dengan membawa nama baik kampus. tim redaksi lain Mahasiswa Fakultas Farmasi UMI lolos ke tingkat nasional PON Nipah Kemdiktisaintek 2026.

Kemudian Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat meraih juara 1 di Kejuaraan Pencaksilat Celebes Tingkat Nasional. Di tingkat universitas 13 tim, UMI lolos program strategis dan seleksi Belmawa di tingkat nasional.

Demikian juga prestasi tiga organisasi mahasiswa UMI. tim redaksi lain UKM Perisai, DLM Fakultas Hukum, dan UKM Kewirusahaan menjadi penerima pendanaan program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan.

"Bahkan Kemdiktisaintek mempercayakan UMI menjadi tuan rumah PPK Ormawa pada Oktober 2026 yang akan datang," kata Prof Hambali.

Di hadapan ribuan wisudawan, ia menyampaikan turut bangga dan menyampaikan selamat kepada lulusan yang dapat menyelesaikan studi. Hambali menitipkan pesan agar tetap menjaga nama baik almamater.

"Selamat kepada seluruh alumni yang berjumlah 2.866 yang wisuda dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut. Ananda memang meninggalkan kampus tapi mulai hari ini masyarakat akan ikut menilai UMI pada saudara dan UMI, jaga nama baik almamater," pungkasnya.