MU juga mencabut aliran listrik agar aksinya tidak terdeteksi oleh CCTV. Pada pencurian pertama, MU berhasil membawa 6 unit HP berbagai merk. Sementara pencurian kedua, remaja membawa 1 unit HP dan tablet berwarna putih.

"Kemungkinan dia sudah mengamati konter itu, kemudian melakukan pembobolan pencurian setelah konter HP itu tutup. Pelaku memanjat dengan tumpuan kayu lalu membobol atap," jelasnya.

Menurutnya, MU menjual HP curian itu di media sosial dengan harga murah. Sebanyak 6 unit HP itu laku terjual Rp 4,6 juta. Sedangkan harga normalnya secara keseluruhan mencapai sekitar Rp 12 juta.