Dony menjelaskan, pengambilalihan pabrik yang sudah ada dapat menjadi pilihan, terutama untuk menyelamatkan perusahaan yang menghadapi persoalan bisnis dan berpotensi melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam jumlah besar.
"Itu sebetulnya salah satu opsi bukan bergabung. Kita tentu akan dalam pembangunan pabrik tekstil ini tentu ada opsi kan, mengambil ahli yang sudah ada yang memang tadi kalau dia berdampak misalkan tadi kalau dia mati terjadi pengurangan karyawan yang banyak, nah ini kan kita harus selamatkan juga yang begitu kan," ujarnya.
Pengambilalihan perusahaan harus disertai pembenahan model bisnis agar operasionalnya lebih sehat. Danantara juga masih mengkaji kemungkinan membangun pabrik tekstil dari awal.
"Tapi kita perbaiki bisnis modelnya dengan benar dan dengan lebih rapi. Ada juga yang buka baru ini sedang kita kaji, ya mana pilihannya kan pada dasarnya membangun perusahaan itu ada yang kita akuisisi ada yang kita bangun dari nol," tambah Dony.