Suryanto menerangkan kasus ternak mati itu dialami Eno (48). Kambing itu dilepasliarkan untuk mencari rumput di Alas Dawut kawasan Pantai Poktunggal.
"Dari tujuh kambing itu ada dua anak kambing yang telah dimakan oleh hewan liar dan hanya tersisa kulitnya saja," ujarnya.
Kasus ternak mati dimangsa ini pun menjadi atensi perangkat Kalurahan dan Polsek Tepus. Polisi menduga kambing itu mati dimangsa anjing liar.
"Jadi dugaannya terdapat gerombolan hewan liar yang menyasar kandang ternak warga, karena hewan tersebut tidak bisa mencari makanan akibat kemarau panjang," ucapnya.
Teror tak berhenti di situ, pada Jumat (4/9), dua sapi warga Wintaos, Girimulyo, Panggang, Gunungkidul juga dilaporkan mati misterius. Kedua sapi milik Partiyem ini ditemukan mati dengan kondisi dua kaki dan paha raib. Insiden ini dipergoki Partiyem saat hendak memberi pakan pada pagi hari.
"Sampai di kandang, saksi (Partiyem) mendapati sapi mati dengan kondisi beberapa bagian tubuhnya hilang," terang Kapolsek Panggang AKP Gatot Sukoco saat dihubungi detikJogja, Jumat (4/9).
Temua ini lalu dilaporkan Partiyem ke suami, dan Polsek Panggang. Setelahnya, polisi mengecek ke lokasi kejadian.
"Berdasarkan kondisi fisik bangkai sapi di lokasi, muncul dua dugaan kuat penyebab kematian, yaitu menjadi korban penyembelihan oleh orang asing, atau akibat serangan hewan liar," ujarnya.