"Kita melakukan perbaikan bukan karena satu global indeks provider tertentu, tapi memang niat kita sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita melakukan perbaikan-perbaikan yang masih kurang," tegasnya.
Kiki mengakui pasar modal Indonesia masih memiliki sejumlah kekurangan, terutama dari sisi integritas, transparansi, dan likuiditas. Meski begitu, ia menilai daya saing pasar modal Indonesia masih cukup kuat dibandingkan bursa di negara lain.
Ia menambahkan, OJK telah melaporkan seluruh perkembangan pasar modal kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Prabowo juga mendukung langkah-langkah yang dilakukan OJK.
"Tadi kami sudah melaporkan kepada Bapak progres saat ini, perkembangan emiten di Q2-2026, kemudian struktur pasar modal kita seperti apa, perkembangan perkembangan terkini sudah kita laporin semua," pungkasnya.