NADIKABAR.COM — Pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pasar tradisional di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp5,82 miliar atau 60,61 persen dari target Rp9,6 miliar yang ditetapkan dalam APBD Perubahan 2026.

"Penerimaan sebesar Rp5,81 miliar tersebut berasal dari 13 pasar yang dikelola Pemkab Blora," kata Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) Kabupaten Blora Fiqri Hidayat di Blora, Selasa.

Dengan capaian tersebut, kata dia, menunjukkan penerimaan dari sektor pasar masih berjalan positif. Pemerintah daerah masih memiliki waktu hingga akhir tahun untuk mengejar target sebesar Rp9,6 miliar.

Target tersebut meningkat dibandingkan 2025. Pada tahun lalu, sektor pasar ditargetkan menyumbang Rp7,1 miliar, sedangkan realisasinya mencapai Rp7,7 miliar atau sekitar 108 persen dari target.

Menurut Fiqri capaian penerimaan 2026 tersebut belum termasuk potensi pendapatan dari Pasar Ngawen karena hingga kini pasar tersebut belum ditempati pedagang dan masih dalam proses pembangunan.

Selain mengoptimalkan penerimaan dari retribusi pasar, Dindagkop-UKM juga menyiapkan sejumlah inovasi untuk meningkatkan pendapatan sektor pasar. Salah satunya melalui penerapan parkir elektronik (e-parking) di Pasar Wulung dan Pasar Induk Cepu.

"Pasar Wulung dan Pasar Induk Cepu dalam waktu dekat kami pasang. Untuk Pasar Ngawen belum bisa dipastikan karena belum diserahkan kepada Pemkab Blora," katanya.

Ia menambahkan penerapan parkir elektronik di Pasar Sidomakmur dapat menjadi salah satu model untuk dikembangkan di pasar lainnya dengan mempertimbangkan potensi masing-masing pasar.

"Di Pasar Sidomakmur penerapan parkir elektronik cukup berhasil. Inovasi itu bisa diterapkan di pasar lainnya dengan melihat potensi di setiap pasar," katanya.

Fiqri berharap optimalisasi pengelolaan pasar dan berbagai inovasi tersebut dapat menjaga keberlangsungan pasar rakyat sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap PAD Kabupaten Blora.

"Kami berharap pasar rakyat tetap berkelanjutan. Kami juga terus berupaya menciptakan pasar yang nyaman sehingga masyarakat merasa nyaman berbelanja," ujarnya.