NADIKABAR.COM — Cristian Mungiu kembali menghadirkan sebuah film yang sebenarnya lebih cocok terasa sebagai dokumenter alih-alih drama fiksi panjang, meski terinspirasi bebas dari kisah nyata.
Dalam Fjord, sineas Romania itu mengangkat kisah yang sebenarnya berangkat dari sebuah kasus spesifik, yakni kemelut perebutan hak asuh anak. Namun di balik naskah yang ia tulis, Fjord menghadirkan masalah yang sudah ada melintas zaman.
Narasi Mungiu terkait masalah keluarga Gheorghiu yang berusaha mendapatkan kembali anak-anak mereka di tengah diskriminasi mungkin terlihat masalah keluarga lintas kewarganegaraan, tapi sebenarnya ada berbagai isu yang jauh lebih besar dari sekadar beda negara, beda hukum, dan beda budaya.
Kisah keluarga melawan negara dalam film ini bisa juga dilihat sebagai beda sudut pandang antarkelompok dengan latar budaya, politik, agama, bahkan pada mereka yang dididik menurut tradisi 'melawan' kubu sesuai ilmu modern.
Maka dari itu, cerita film yang spesifik ini bisa ditarik dengan berbagai makna yang begitu berbeda oleh tiap penontonnya, yang membuat keterhubungan penonton dengan film ini juga dipastikan berbeda-beda.
Namun pengalaman pernah menjadi jurnalis dan kini berkecimpung sebagai seniman menciptakan prinsip khas dari Mungiu: menyerahkan sepenuhnya pemaknaan karyanya kepada penonton. Seolah-olah, Mungiu memang tidak mau repot untuk mendikte penonton. Ia lebih demen melempar isu dan pergi begitu saja setelah penonton geger.
Bagi Mungiu --yang terlihat dalam karya-karyanya sebelumnya macam 4 Months, 3 Weeks and 2 Days (2007) atau Beyond the Hills (2012)-- kuncinya adalah memotret sebuah fenomena sosial, mengisahkannya, dan bikin penontonnya berkutat dengan argumen mereka sendiri.