Sony mengklaim A7R VI memiliki dynamic range hingga 16 stop. Kamera ini juga membawa Dual Gain Processing, yakni metode pembacaan sensor dengan dua tingkat gain yang kemudian digabungkan menjadi satu file untuk menjaga detail di area gelap.

Dalam penggunaan RAW, kemampuan pemulihan detail bayangan menjadi salah satu keunggulan kamera ini. Namun, pada burst 30fps dengan shutter elektronik, area shadow masih dapat memperlihatkan noise meski hasilnya dinilai lebih baik dari generasi sebelumnya.

Selain itu, A7R VI dilengkapi dengan sensor inframerah di bagian depan bodi yang didukung teknologi AI Deep learning sehingga akurasi Auto White Balance meningkat, efektif saat menghadapi warna-warna yang terlalu dominan seperti warna hijau daun saat foto di taman atau hutan.

Di sektor video, A7R VI mampu merekam 8K 30p yang dihasilkan dari oversampling 10,9K. Kamera ini juga mendukung 4K hingga 120 fps untuk slow motion dan 4K 60p dalam mode crop APS-C dengan oversampling 7,1K. Stabilisasi gambar diklaim mencapai 8,5 stop di bagian tengah frame.

Kendati demikian, A7R VI belum menyediakan perekaman RAW video internal dan open gate. Karena itu, fitur video pada kamera ini lebih tepat diposisikan sebagai pelengkap kuat bagi fotografer hybrid atau dokumenter, bukan pengganti kamera sinema untuk kebutuhan produksi yang menuntut fleksibilitas maksimal.