"Ada 334 tenant aktif saat ini dan lebih dari 25.000 pengunjung setiap hari di Blok M Hub ini," ujarnya.
Tuhiyat mengatakan terdapat lima transformasi utama yang disiapkan dalam revitalisasi Blok M. Transformasi pertama yaitu terminal. MRT Jakarta akan mengubah terminal Blok M menjadi terminal yang lebih modern dan terintegrasi.
"Transformasi yang pertama yaitu revitalisasi terminal. Terminal akan kami jadikan dalam bentuk yang modern dan terintegrasi," jelasnya.
Transformasi kedua berupa pengembangan kawasan mixed use. Blok M nantinya dikembangkan sebagai kawasan yang mudah diakses, inklusif, dan dinamis.
Tuhiyat menyebut pengembangan tersebut menjadi bagian dari konsep kawasan Blok M ASEAN.
"Transformasi yang kedua adalah pengembangan mixed use di mana kawasan ini adalah kawasan Blok M ASEAN yang nantinya akan sangat accessible, inklusif, dan dinamis," katanya.
Transformasi ketiga berkaitan dengan aksesibilitas dan integrasi kawasan. MRT Jakarta akan membuat kawasan Blok M lebih terhubung, baik antar moda transportasi maupun antarfungsi bagi pejalan kaki.
Dengan begitu, masyarakat diharapkan dapat berpindah dari satu moda transportasi ke moda lainnya dengan lebih mudah serta memiliki akses pedestrian yang lebih baik.