Transformasi keempat berupa pengembangan destinasi komersial baru. Nantinya, kawasan Blok M akan dilengkapi berbagai fasilitas retail, makanan dan minuman (F&B), lifestyle, hingga ruang publik.

"Yang keempat, transformasi dalam bentuk destinasi komersial yang baru di mana nanti akan ada berbagai retail, F&B, lifestyle, dan ruang publik dalam satu kawasan," ungkapnya.

Transformasi terakhir adalah penambahan ruang terbuka publik. Area tersebut akan dibuat lebih hijau, aktif, dan nyaman untuk masyarakat berinteraksi maupun beraktivitas.

"Ruang terbuka publik yang akan lebih hijau, aktif, nyaman untuk berinteraksi dan beraktivitas," katanya.

Tuhiyat mengatakan luas kawasan Blok M nantinya akan berkembang secara signifikan. Total kawasan disebut akan menjadi 10 kali lebih besar, sedangkan ruang terbuka publik akan menjadi lima kali lebih besar dibandingkan kondisi saat ini.

"Ruang terbuka publik setelah nanti dibangun akan menjadi lima kali lebih besar dari yang ada. Dari sisi kawasannya, secara total sepuluh kali lebih besar dari yang ada," jelasnya.

Revitalisasi Blok M akan dilakukan secara bertahap. MRT Jakarta menargetkan terminal, kawasan retail, dan podium dapat selesai serta mulai beroperasi pada 2029. Sementara itu, pengembangan kawasan mixed use akan dilanjutkan secara bertahap setelahnya.

"Terminal dan kawasan retail serta podium kami targetkan akan selesai dan beroperasi di tahun 2029. Sementara untuk mixed use secara bertahap akan diselesaikan pada tahun berikutnya," imbuhnya.