"Kami sudah sosialisasi sebetulnya secara informal, malah sudah hampir dua bulan kita komunikasi berkaitan masalah perencanaan penataan di kawasan Dadaha. Hari ini waktunya disterilkan," tuturnya.

Mengenai nasib para pedagang, Asep menegaskan bahwa kebijakan ini bukan penggusuran sepihak, melainkan pergeseran lokasi untuk menjaga estetika kota tanpa mengganggu warga yang berolahraga. Meski demikian, lokasi pasti relokasi tersebut masih menunggu persetujuan pimpinan daerah.

"Prinsipnya kita meminimalisir gangguan hak orang lain. Yang olahraga biarkan berolahraga dengan santai dan enak. Rencananya kawasan pedagang dipindahkan jauh dari ruang olahraga. Perencanaan tempat relokasi sudah ada, tapi kami belum laporan ke Pak Wali Kota berkaitan dengan solusi dan alternatif penataan penggeseran ini. Tahap pertama jogging track steril dulu, nanti lokasi pemindahan disampaikan," terang Asep.

Di sisi lain, Paguyuban Pedagang Kecil dan Mikro Dadaha menyatakan dukungannya terhadap upaya mempercantik Kota Tasikmalaya. Namun, mereka mendesak pemerintah segera memberikan kepastian mengenai lokasi relokasi yang layak demi keberlangsungan ekonomi warga.

Ketua Paguyuban Pedagang Kecil dan Mikro Dadaha, Ana Nuryana, menyebut terdapat sekitar 180 pedagang yang terdampak kebijakan ini.