"Kalau untuk penataan ya saya support, karena bagaimana pun juga Kota Tasikmalaya harus indah. Cuma kan yang namanya pedagang mereka berurusan dengan perut, nah itu harus dikasih solusinya dulu. Untuk relokasi ini belum jelas," kata Ana.

Ana berharap proses pemindahan dilakukan secara manusiawi dan menempatkan pedagang di titik yang strategis agar usaha mereka tidak mati.

"Kami ini manusia, ingin diperlakukan seperti manusia. Jadi jangan sampai ketika direlokasi, ditempatkan yang, maaf-maaf ya, kesannya dibuang. Prinsip kami pedagang, kalau kita digeser, cobalah ke tempat yang layak, jangan dibuang sembarangan. Sampah saja ada tempatnya," tegas Ana.

Saat ini, para pedagang masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah terkait opsi tempat berjualan yang baru.

"Mudah-mudahan diberi titik relokasi yang layak," pungkas Ana.