Secara terperinci, impor migas tercatat sebesar US$ 32,57 miliar atau naik 37,35%. Sementara itu, impor nonmigas mencapai US$ 178,06 miliar atau tumbuh 16,92%. Berdasarkan golongan penggunaan, peningkatan impor terjadi pada seluruh kelompok barang. Namun, impor bahan baku dan penolong menjadi penyumbang utama kenaikan.

Nilai impor bahan baku dan penolong mencapai US$ 150,57 miliar atau meningkat 21,11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kelompok ini memberikan andil peningkatan impor sebesar 14,91%.

Kenaikan impor bahan baku dan penolong terutama berasal dari komoditas bahan bakar mineral, mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya, serta garam, belerang, batu dan semen.