Selama ini, kerja sama perdagangan kedua negara berlangsung dalam kerangka ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Pihak China menyambut baik ajakan tersebut. Chen Chao optimistis CEPA akan membawa manfaat bagi pelaku usaha di kedua negara.

Selanjutnya, kedua pihak akan bersama-sama memetakan cakupan kerja sama yang akan dituangkan dalam perjanjian tersebut.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menindaklanjuti hasil pertemuan ini. Kami juga akan melibatkan kamar dagang dan asosiasi usaha agar CEPA benar-benar menjawab kebutuhan dunia usaha,” ungkap Deputi Edi.

Selain pembahasan CEPA, Indonesia dan China turut membahas pengembangan ekonomi hijau melalui Green Partnership Agreement for Development (GPAD), sebuah inisiatif China untuk memperkuat perdagangan dan investasi hijau, terutama bagi negara-negara berkembang.

“Bagi kami, implementasi adalah yang utama. Kerja sama ekonomi hijau tidak boleh berhenti di atas kertas, tetapi harus bisa dijalankan dan memberi nilai tambah,” ujar dia.

Kedua pihak juga sepakat negara-negara berkembang perlu lebih aktif dalam penyusunan aturan dan standar ekonomi hijau di tingkat global.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia turut menyatakan dukungan terhadap World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO).