Menurutnya ini menjadi realita pahit bagi Indonesia yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia justru kesulitan memproduksi garam. "Jadi inilah realita pahit kita, ternyata selama ini kita impor garam, walaupun kita negara kepulauan dengan panjang pantai mungkin yang terbanyak di dunia," kata Qodari.
Pemerintah sendiri tak tinggal diam, lahan sekitar 2.000 hektare di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan disulap jadi Kawasan Sentra Industri Garam Nasional atau KSIGN. Modal investasinya mencapai Rp 2 triliun.
Dari 2.000 hektare, sejauh ini sudah 616 hektare yang sudah digarap dan memasuki tahap produksi. Panen ditagetkan pada November 2026. Tahap kedua ada 751 hektare yang selanjutnya akan digarap.