"Indonesia melihat peluang strategi bagi BRICS untuk mengubah berbagai tantangan menjadi ketahanan bersama melalui penguatan kerja sama konkret. Termasuk transaksi mata uang lokal dan konektivitas pembayaran lintas negara, dengan tetap memperhatikan tahapan pembangunan dan prioritas nasional masing-masing negara," ujar Destry dalam keterangannya, Minggu (13/9/2026).
Pada pertemuan tersebut, negara-negara anggota BRICS menyepakati komitmen untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan serta meningkatkan ketahanan dalam menghadapi tantangan global. Kesepakatan ini dirumuskan pasca pembahasan sejumlah isu strategi terkait penguatan ketahanan dan pertumbuhan, transformasi digital dan AI, konektivitas pembayaran lintas negara, penggunaan mata uang lokal, ketahanan siber, serta keuangan berkelanjutan.
BRICS juga menekankan pentingnya penguatan arsitektur keuangan global, tim redaksi lain melalui reformasi tata kelola IMF untuk memperkuat suara dan representasi negara berkembang. Sejalan dengan kesepakatan tersebut, tekanan Indonesia menjadikan keberagaman karakteristik negara anggota sebagai kekuatan untuk membangun kerja sama yang saling melengkapi dan menghasilkan nilai bersama.