Dengan demikian, museum dapat terus dikembangkan sebagai institusi pembelajaran, keterlibatan masyarakat, dan keberlanjutan budaya yang relevan di masa kini.
Indonesia juga mendorong konsep museum hidup (living museum) mengingat banyaknya tradisi dan sistem pengetahuan lokal di negara-negara berkembang yang masih lestari dipraktikkan masyarakat.
Satrya juga menyoroti sistem Subak di Bali dan praktik aturan adat Sasi di masyarakat pesisir Maluku sebagai bukti keterkaitan pengetahuan masyarakat, konservasi lingkungan, dan keberlanjutan hidup masyarakat.
Dia pun mengingatkan UNESCO mendorong negara-negara berkembang untuk membangun ketahanan dalam menjaga kebudayaan dari dampak perubahan iklim.