"Indonesia memahami bahwa perlindungan budaya memerlukan kebijakan yang tangguh terhadap perubahan iklim dan menempatkan masyarakat sebagai pusatnya," kata Satrya.
Delegasi Indonesia di UNESCO kemudian menyerukan penguatan institusional badan tersebut melalui pemerataan keterwakilan geografis dan keseimbangan gender di struktur UNESCO.
"Indonesia mendorong strategi rekrutmen yang lebih terarah bagi negara-negara yang kurang terwakili maupun belum terwakili, dengan tetap mengedepankan prinsip meritokrasi," kata Diplomat Indonesia untuk UNESCO Sasi Hemawardhani dalam kesempatan yang sama.
Indonesia juga menyerukan agar UNESCO bergerak dari komitmen normatif menjadi langkah konkret melalui bantuan teknis, penguatan kapasitas, pendanaan, dan pertukaran pengetahuan, khususnya untuk negara berkembang.