Minyak kelapa sawit diketahui sebagai minyak nabati impor terbesar bagi China dan hampir seluruh pasokannya berasal dari negara anggota CPOPC.
CPOPC perlu menjaga pasokan minyak ke China tetap tersedia, salah satunya melalui kerja sama dalam integrasi teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendorong efektivitas produksi.
Sekretaris Jenderal CPOPC Izzana Salleh menyampaikan seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap minyak nabati, CPOPC harus menemukan solusi untuk meningkatkan produktivitas minyak nabati, melalui pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab, dan memastikan rantai pasok yang berkelanjutan.
"Sebanyak 89 persen pasokan minyak kelapa sawit berasal dari negara anggota CPOPC. Sektor kelapa sawit juga menjadi sumber mata pencaharian bagi jutaan pengusaha dan petani kecil di negara produsen," kata Izzana.