Guncangan pertama berasal dari kondisi eksternal berupa ketidakpastian ekonomi global. Mulai dari kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) serta ketegangan perdagangan antara AS dan China.

Kedua, yakni konflik di Selat Hormuz yang berdampak terhadap bergejolaknya harga minyak dunia.

"Kelihatannya ini akan berkepanjangan. Harga minyak tinggi akan berkepanjangan dengan segala dampaknya termasuk ke fiskal kita," ujar Wakil Luhut Binsar Pandjaitan di DEN tersebut.