NADIKABAR.COM — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan memperketat pengawasan keamanan pangan nasional guna menghadapi ancaman fenomena El Niño, sekaligus memastikan pangan yang beredar aman dan bermutu menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, El Niño kategori sangat kuat yang diprediksi bertahan hingga awal 2027. Karena itu, langkah ini diambil untuk memitigasi risiko peningkatan cemaran mikrobiologi, kimia, hingga potensi pemalsuan pangan akibat gangguan pasokan.
"Perubahan suhu ekstrem dan keterbatasan air bersih akibat kemarau panjang berdampak langsung pada integritas rantai pangan," katanya di Jakarta, Rabu.
Dia menyebutkan bahwa keamanan pangan adalah bagian integral dari ketahanan pangan (food security). Menghadapi El Niño, mutu dan keamanan pangan, termasuk cadangan beras, harus dijaga di sepanjang rantai pasok. Pihaknya pun memperkuat pengawasan berbasis risiko bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
BPOM mengidentifikasi 4 titik kritis utama. Pertama, risiko pemalsuan (fraud) atau pengoplosan pangan akibat kelangkaan stok. Kedua, cemaran kimia berupa pertumbuhan kapang penghasil aflatoksin pada komoditas jagung dan kacang tanah akibat kekeringan. Ketiga, kerusakan fisik akibat suhu tinggi, serta keempat, masalah sanitasi akibat keterbatasan air bersih.
Terkait cadangan beras pemerintah, BPOM mengusulkan kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Bulog untuk memperkuat pemeriksaan mutu sebelum penyaluran. Hal ini guna memastikan beras yang sampai ke masyarakat tidak mengalami perubahan warna, berbau, atau berkapang.