"Koordinasi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah juga diperlukan untuk memastikan ketersediaan stok, kelancaran distribusi, serta keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat," kata Zulhas.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memaparkan bahwa kenaikan harga masih terjadi pada sejumlah komoditas, terutama cabai merah dan cabai rawit. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi oleh gagal panen di beberapa wilayah sentra produksi akibat cuaca ekstrem dan kemarau panjang. Beras, daging ayam ras, dan telur ayam ras juga menjadi komoditas yang perlu terus dipantau.

Sebagai respons, pemerintah mendorong perdagangan antardaerah untuk memperlancar distribusi komoditas dari wilayah yang memiliki surplus pasokan ke wilayah yang mengalami kekurangan.

"Operasi pasar juga dilaksanakan bersama Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional, termasuk penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), guna membantu menjaga keterjangkauan harga," katanya.

Pemerintah sepakat untuk memperkuat langkah antisipasi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan antisipasi serta mitigasi dampak perubahan fenomena iklim ke depan. Upaya tersebut akan dilakukan melalui operasi pasar, perdagangan antardaerah, pemantauan harga, serta pengawasan distribusi untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dan harga tetap terjangkau.