"Hal ini merupakan langkah penting dalam memfasilitasi pergerakan masyarakat secara tertib, mendukung kegiatan ekonomi lintas batas, serta meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat di kedua sisi perbatasan," ujarnya.

Ia juga menyampaikan perkembangan positif dalam komunikasi kedua negara terkait Pulau Sebatik. Menurutnya, penyelesaian persoalan perbatasan dapat memberikan kepastian bagi masyarakat yang tinggal dan menjalankan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

"Sebagaimana disampaikan Yang Mulia Menteri sebelumnya mengenai Sebatik, menurut saya telah terdapat perkembangan yang sangat positif. Kedua lembaga yang bertanggung jawab telah melakukan pertemuan dan secara aktif berkomunikasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut. Dari informasi yang saya terima, kemajuan yang dicapai juga sangat positif," jelas Muzaffar.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI menyampaikan kawasan perbatasan perlu dikembangkan sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pembangunan perbatasan harus mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus memperkuat interaksi dengan negara tetangga.

"Perbatasan bukan lagi sekadar 'halaman belakang' Indonesia. Kami ingin menciptakan perbatasan sebagai 'halaman depan' negara," kata Tito.