Tito juga mengatakan pengembangan kawasan perbatasan perlu memperhatikan berbagai aktivitas masyarakat, termasuk hubungan sosial, budaya, dan kegiatan ekonomi yang telah berlangsung lintas batas. Dalam konteks tersebut, penguatan perdagangan dan konektivitas menjadi bagian penting untuk menciptakan kawasan perbatasan yang lebih produktif.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian dalam hubungan kedua negara adalah Pulau Sebatik. Ia menyampaikan BNPP RI bersama kementerian dan lembaga terkait telah membentuk tim khusus untuk membahas persoalan Sebatik bersama pemerintah Malaysia.
"Pembicaraan yang bersahabat dan diskusi [pihak Malaysia] yang sangat produktif telah dilakukan, dan kami telah menyelesaikan sejumlah area sengketa. Tetapi sekarang kami sejujurnya sedang fokus pada Pulau Sebatik," tuturnya.
Melalui forum tersebut, pengelolaan perbatasan diarahkan tidak hanya untuk menjaga wilayah negara, tetapi juga menciptakan kawasan yang mampu mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penguatan perdagangan lintas batas, kemudahan pergerakan masyarakat, serta penyelesaian berbagai persoalan perbatasan menjadi bagian dari upaya membangun kawasan perbatasan yang lebih produktif dan berdaya saing.