"Jadi strategi growth kita itu bukan kaleng-kaleng tapi sudah ada rencananya, ada upaya untuk menuju ke sana dengan target visi kita ke depan itu menjadi world geothermal center of excellence karena kita sebagai negara yang memiliki potensi geothermal terbesar di dunia seharusnya Indonesia itu menjadi pusat dari geothermal di dunia nah inilah mimpi kita ke depan," sambungnya.

Ahmad mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan advokasi ke pemerintah untuk mendorong revisi ketentuan tarif dalam Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022. PGE mengusulkan penyesuaian tarif serta penerapan skema feed-in tariff agar memberikan kepastian investasi."Dengan adanya revisi tarif dan skema feed-in tarif jadi ada kepastian investasi, sehingga saya yakin dengan adanya trobosan ini nantinya akan terjadi percepatan akan terjadi percepatan dari milestone rencana growth-nya PGE dan geothermal Indonesia," katanya.

Adapun Ahmad melaporkan bahwa sepanjang Januari-Septermber 2026, produksi listrik panas bumi sebesar 4.114 gigawatt hour (GWh) dari wilayah kerja yang dioperasikan sendiri (own operation). Produksi ini meningkat 9,79% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus mencetak rekor produksi tertinggi (all time high) dan mencapai 108,22% dari target 3.801 GWh.