Menurutnya, eVTOL tidak menggantikan helikopter maupun bisnis penerbangan yang telah berjalan. Sebaliknya, teknologi tersebut menjadi ekstensi dari kapabilitas yang sudah ada dan membuka kesempatan untuk mengembangkan bentuk mobilitas udara yang lebih luas.
Helikopter selama ini digunakan untuk berbagai kebutuhan point-to-point, mobilitas korporasi, aktivitas industri, hingga perjalanan menuju wilayah yang memiliki keterbatasan akses. Dalam rangkaian roadshow Asia, Whitesky melihat masing-masing negara memiliki kapabilitas yang dapat memainkan peran berbeda dalam pembangunan AAM Indonesia.
China berkembang cepat pada segi manufaktur dan rantai pasok. Jepang memiliki kekuatan pada pengembangan teknologinya. Sementara Korea terus mengembangkan ekosistem baterai dan infrastruktur digital. Indonesia membawa kekuatan yang berbeda, pasar yang besar, kebutuhan konektivitas yang nyata, pengalaman operasi penerbangan, serta karakter geografis yang memungkinkan pengguna berkembang secara komersial.