Selain reformasi finansial, Indonesia juga mempererat kolaborasi internasional bersama International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Dukungan ilmu pengetahuan dan sains dari IUCN membantu Indonesia mendeteksi indikasi awal degradasi hingga risiko keruntuhan ekosistem (ecosystem collapse), sehingga pemerintah dapat merumuskan langkah intervensi yang proaktif dan berbasis bukti ilmiah yang kuat.

"Indonesia terus memperkuat kerangka regulasi nasional. Menyusul regulasi perlindungan hutan, gambut, dan mangrove, saat ini kami tengah memfinalisasi kerangka regulasi komprehensif untuk perlindungan ekosistem karst dan danau air tawar. Langkah ini menetapkan standar baku pemulihan, integritas lingkungan, dan pengelolaan yang berkelanjutan," kata Noer Adi.