β€œTransformasi menuju kendaraan elektrifikasi membuka peluang untuk memperkuat rantai pasok dari hulu hingga hilir, termasuk pengembangan baterai, komponen, daur ulang, dan sumber daya manusia. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dari rantai nilai kendaraan elektrifikasi global,” ujarnya.

Dalam pengembangan kendaraan elektrifikasi, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) pada April 2026 mengumumkan kemitraan strategis dengan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) untuk mengembangkan produksi baterai kendaraan elektrifikasi di Indonesia dengan investasi sebesar Rp1,3 triliun.

Produksi tersebut mencakup pengembangan sel dan modul baterai, dengan Indonesia diproyeksikan menjadi basis ekspor baterai Toyota ke pasar global mulai semester II 2026.

Pemerintah selanjutnya akan mendorong kolaborasi dengan pelaku industri untuk memperkuat daya saing manufaktur nasional, memperluas pasar ekspor, serta meningkatkan kemampuan industri dalam menghadapi perubahan teknologi.

Kunjungan Susiwijono ke TCMIT juga menjadi bagian dari upaya memperkuat dialog antara pemerintah dan Toyota terkait pengembangan industri manufaktur, inovasi teknologi, rantai pasok, elektrifikasi kendaraan, pengembangan SDM, dan perluasan ekspor.