Menurut Amran, posisi Indonesia sebagai pasar beras yang besar membuat penghentian impor turut mempengaruhi pasar global. Ia menyebut harga beras dunia yang sebelumnya berada di kisaran US$ 660 per ton kemudian turun menjadi sekitar US$ 368 per ton.
Amran mengaitkan penurunan tersebut dengan berkurangnya permintaan dari Indonesia. Sebelumnya, Indonesia banyak mendatangkan beras dari sejumlah negara seperti Thailand, Vietnam, India dan Pakistan.
"Ini produksi kita sesuai yang disampaikan oleh FAO. Nah, apa dampaknya? Dampaknya adalah harga beras dunia itu US$ 660 dolar per ton tiba-tiba turun, ini kami hafal angkanya, US$ 368 dolar per ton," tuturnya.