NADIKABAR.COM — Platform desain asal Australia, Canva, memangkas 22% tenaga kerja globalnya. Menurut laporan, 1.271 karyawan terdampak PHK ini. Namun, paket pesangon yang diberikan menuai pujian karena dinilai sangat royal dibandingkan perusahaan lain.

Salah satu pendiri dan CEO Canva, Melanie Perkins, mengumumkan PHK tersebut dalam memo internal dan menyebut keputusan itu momen tersulit dalam 13 tahun sejarah perusahaan. Perusahaan ini mempekerjakan lebih dari 5.700 orang di 37 negara. Canva belum mengungkap tim atau lokasi mana yang paling terdampak.

Canva berusaha meringankan beban 1.271 karyawannya dengan paket pesangon melimpah. Karyawan yang terkena PHK diizinkan menyimpan MacBook fasilitas perusahaan dan menerima langganan LinkedIn Premium setahun, di samping sejumlah tunjangan lainnya.

Dikutip NadiKabar dari NDTV, berikut hak-hak yang akan didapatkan oleh karyawan terdampak PHK:

Canva juga menawarkan dukungan finansial bagi karyawan yang ingin merintis usaha. Melalui program Canva Collective Fund, karyawan yang keluar dapat mengajukan dana hibah USD 10.000 untuk meluncurkan bisnis atau menjalankan proyek di komunitas lokal mereka.

Perusahaan takkan menuntut kepemilikan atau porsi saham dalam bisnis maupun proyek menggunakan dana hibah ini. Karyawan yang berminat dapat mendaftar hingga 14 Desember.

Canva juga membuat direktori bakat alumni opsional. Direktori ini akan dibagikan ke investor, mitra, dan jaringan industri untuk membantu karyawan menemukan peluang baru.

Karyawan akan tetap memiliki akses ke Slack dan Gmail hingga akhir minggu ini. Hal ini memberikan mereka waktu untuk memberi tahu rekan kerja dan memutuskan bagaimana mereka ingin menyampaikan perpisahan.

Paket pesangon royal ini hadir di tengah tahun yang sulit bagi perusahaan. Pertumbuhan Canva melambat untuk pertama kali dalam sedekade terakhir. Perkins mengatakan perusahaan menjajaki beberapa alternatif sebelum akhirnya memutuskan bahwa perubahan skala kecil tidak akan cukup.

Restrukturisasi dilakukan saat AI merombak industri software kreatif. Alat-alat AI makin memudahkan pembuatan gambar, presentasi, dan konten visual. Ini memunculkan pertanyaan tentang bagaimana platform desain tradisional akan mampu bersaing.

Canva sendiri berinvestasi besar-besaran pada fitur-fitur AI dan menata ulang platformnya dengan berpusat pada teknologi tersebut.