NADIKABAR.COM — Aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga mulai berlangsung dari Place de la République di Paris, Prancis, pada Sabtu, dengan ribuan orang bergabung dalam aksi tersebut, demikian laporan koresponden RIA Novosti.
Sejumlah petugas kepolisian berjalan dalam beberapa barisan di depan para demonstran yang bergerak menyusuri Boulevard Voltaire menuju Place de la Nation.
Para peserta membawa bendera dan poster, salah satunya bertuliskan "Revolusi".
Sejumlah warga yang tinggal di gedung-gedung di sepanjang boulevard itu menunjukkan dukungan kepada para demonstran dengan memukul-mukul sendok ke panci dari jendela dan balkon tempat tinggal mereka.
Kendati demikian, suasana demonstrasi tetap berlangsung tenang.
Sebelumnya, surat kabar Le Figaro melaporkan bahwa otoritas Prancis memperkirakan antara 130.000 hingga 170.000 orang akan mengikuti aksi demonstrasi di seluruh negeri pada Sabtu, termasuk 60.000 orang di Paris.
Aksi protes di Prancis dimulai pada pertengahan September, ketika para pelajar sekolah menengah turun ke jalan di kawasan pinggiran Paris untuk menuntut perbaikan kondisi sekolah.
Aksi tersebut kemudian berkembang menjadi demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah negara itu.
Sebagian demonstrasi berlangsung ricuh sehingga mendorong otoritas meningkatkan pengamanan dan menahan ratusan orang.
Aksi protes terbesar sebelumnya berlangsung pada Kamis (5/11).
Menurut perkiraan Kementerian Dalam Negeri Prancis, sebanyak 575.000 orang mengikuti demonstrasi di seluruh negeri, termasuk 65.000 orang di Paris.
Sementara itu, berdasarkan data konfederasi serikat pekerja CGT, sebanyak 1,6 juta orang mengikuti aksi protes di seluruh Prancis, termasuk 350.000 orang di ibu kota Paris.
Penerjemah: Primayanti