Menanggapi langkah Korsel itu, Ukraina menegaskan bahwa "diplomasi harus mengungguli emosi" dalam hubungan antar negara.

"Meskipun Seoul memutuskan untuk menarik Duta Besarnya, Ukraina tetap terbuka untuk memulihkan dialog yang konstruktif -- meskipun hal itu membutuhkan waktu," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Georgiy Tykhy, kepada wartawan.

Langkah menarik pulang Duta Besar itu dilakukan Korsel setelah memanggil Duta Besar Ukraina dan mengancam akan mengambil "langkah-langkah lebih lanjut", yang tidak dijelaskan secara spesifik.

Presiden Korsel Lee Jae Myung menuntut permintaan maaf resmi dari Kyiv terkait terungkapnya informasi mengenai tahanan Korut tersebut.