NADIKABAR.COM — Atlet para renang Indonesia Yavianda Maulana Rifky menyatakan telah melepaskan semua beban untuk bertanding dengan lepas hingga merebut emas pertama bagi Indonesia pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

"Ketika sudah kompetisi seperti ini, saya selalu ingin bermain lepas, tanpa ada beban apa pun dan saya sangat bersyukur bisa mendapat emas," kata Yavianda Maulana Rifky setelah lomba di Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Jepang, Senin.

Rifky merebut medali emas 100 meter gaya bebas putra S12 setelah finis tercepat dengan 55,34 detik.

Ia memastikan posisi teratas dengan keunggulan tipis atas perenang Uzbekistan, Dmitriy Khorlin, yang harus puas meraih medali perak dengan catatan waktu 55,44 detik.

Selisih waktu keduanya hanya 0,10 detik, menandakan persaingan ketat hingga menyentuh garis finis.

Rifky mengakui lawan-lawannya memberikan tekanan cukup kuat dalam persaingan tersebut. Namun, dengan prinsip bermain lepas, Rifky memilih untuk mengabaikan tekanan tersebut dan fokus pada diri sendiri.

Ia menyebutkan catatan waktunya dalam pertandingan final sebenarnya tidak berbeda jauh dengan waktu saat latihan. Atlet berusia 24 tahun itu mengaku puas karena bisa membawa semua pelajaran selama latihan ke dalam pertandingan untuk mencapai hasil yang maksimal.

Rifky pun tidak lupa menyampaikan terima kasih atas dukungan pelatih dan tim para renang, Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, federasi, serta Pemerintah Indonesia yang membuatnya meraih emas yang merupakan emas pertama Kontingen Indonesia pada pesta multi cabang olahraga penyandang disabilitas terbesar Asia.

"Semua program latihan dan fasilitas yang disediakan tentu sangat membantu saya sampai di titik ini," katanya.

Rifky masih berpeluang menambah koleksi emas karena masih bersaing pada nomor 100 meter gaya punggung, 50 meter gaya bebas dan 100 meter gaya kupu-kupu.