Lebih rinci, empat proyek melakukan ekspor perdana, termasuk salah satunya produksi baterai kendaraan listrik.
Empat proyek itu adalah produk olahan nikel mixed hydroxide precipitate (MHP) dari PT Blue Sparking Energy, produk kapasitor alumunium elektrolitik dari PT Pioneer Aluminium Industries dan produk komponen alat berat berbasis EV dari PT XCMG Indonesia Manufacturing. Lalu, produk bahan baku baterai listrik berupa nickel manganese cobalt (NMC) dan lithium ferro phosphate (LFP) dari PT REPT Batero Indonesia.
Kemudian ada 7 pabrik yang melakukan groundbreaking. Mulai dari, PT Guang Ching Nickel Cobalt, PT Inno Prima Material, PT Tinci Materials Indonesia, dan PT Weda Bay Aluminium. Kemudian, PT Bintang Karya Aluminium, PT Flat Solar Energy Indonesia, lalu terakhir PT Foton Guangqing Motor Indonesia.